Selamat datang di Konferensi Nasional Ke- 9

Keberadaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) telah memberikan kontribusi positif terhadap bangsa Indonesia baik dalam penguatan intitusi maupun pengembangan  kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mampu membangun Indonesia lebih maju. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka salah satu tolak ukurnya adalah mengembangkan ilmu pengetahuan dan tekhnologi (IPTEK) melalui proses pendidikan yang berkualitas.

Berbagai tantangan globalisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara termasuk adanya pasar bebas ekonomi dan tenaga kerja melalui hadirnya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC) maupun Brand Japan Sociaty 5.0 di era Revolusi Industri 4.0 dengan konsep masyarakat yang berpusat pada manusia (human-centered) melalui sistem Information and Communication Technology (ICT) mengakibatkan kompetisi tenaga kerja akan semakin ketat, sehingga sebuah keharusan bagi lembaga perguruan tinggi utamnya dalam lingkup Muhammadiyah untuk mendorong peningkatan dan pengembangan kualitas SDM melalui proses pendidikan yang berkualitas pula.

Ukuran kualitas lembaga pendidikan tinggi ditentukan oleh akreditasi institusi, program studi dan dan akreditasi internasional serta rangking nasional dan internasional. Standar untuk mendapatkan akrediatasi unggul salah satunya adalah banyaknya karya ilmiah dosen dan mahasiswa hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional terindeks scopus/thomson yang memberikan dampak positif bagi pengembangan IPTEK. Selain itu, hasil penelitian tersebut ditetapkan oleh lembaga (stakeholders) dalam berbagai aspek.

Sementara tantangan yang patut diwaspadai oleh Pascasarjana PTMA adalah adanya izin bagi Perguruan Tinggi Asing (PTA) membuka cabangnya di Indonesia. Kebijakan ini tentu harus dicermati baik sisi positif maupun negatifnya. Sisi positif adalah memberikan motivasi bagi PTMA untuk terus meningkatkan kualitas akademik, manajerial dan pelayanan, sehingga minat untuk kuliah di PTMA tetap meningkat, sementara sisi negatifnya adalah ketika PTMA tidak mampu bersaing dengan PTA, maka minat untuk kuliah di PTMA akan semakin berkurang, padahal PTMA mayoritas masih mengandalkan sumber pendanaan dari mahasiswa.

Dengan demikin, Konferensi Nasional ke-9 Asosiasi Program Pascasarjana Perguruan Tinggi Muhammadiyah “Aisyiyah (APPPTMA) berkomitmen tetap mengangkat tema sebelumnya yaitu Orientasi Program Pascasarjana PTMA: Memperkuat Tradisi Riset dan Publikasi”. Tema ini diharapkan menjadi jawaban dari tantangan pendidikan untuk masa yang akan datang.